Selasa, 17 Mei 2011

LINGUISTIK


BAB II
PEMBAHASAN

Dalam pengajaran bahasa ada istilah yang perlu dipahami pengertian dan konsepnya secara tepat, yakni pendekatan, metode, dan teknik. Pendekatan adalah seperangkat asumsi berkenaan dengan hakekat bahasa, dan belajar mengajar bahasa. Metode adalah rencana menyeluruh penyajian bahasa secara sistematis berdasarkan pendekatan yang ditentukan . sedangkan teknik adalah kegiatan spesifik yang di implementasikan dalam kelas, selaras dengan metode dan pendekatan yang telah dipilih. Dengan demikian pendekatan bersifat aksiomatis, metode bersifat prosedural, dan teknik bersifat operasional.
Dalam hubungan antara linguistik, linguistik terapan dan pengajaran bahasa, seorang linguis yang menerapkan hasil penerap. Ia diharapkan akan menghasilkan sebuah buku tata bahasa dengan tujuan tertentu dan akan dibaca oleh atau dipakai oleh kalangan tertentu.
Aplikasi linguistik (terapan bahasa) berarti penggunaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan bahasa untuk kepentingan pengajaran dan pelajaran bahasa. Itu sebabnya S.Pt  Corder mengatakan bahwa aplikasi linguistik merupakan suatu problem based activity masalah yang muncul akan dijawab atau diselesaikan oleh prinsip, pengetahuan yang didasarkan pada telaah ilmiah tentang struktur bahasa dan masyarakat.
Pada tahun delapan puluhan, Jack Richard dan Theoder Rodges (dalam Brown, 2001) mempormulasikan konsep “metode” dan memberikan penamaan baru untuk “pendekatan, metode, dan teknik” menjadi “ pendekatan, rancangan, prosedur”, dalam konsep kata ini, metode menjadi istilah kunci untuk menggambarkan ketiga tahapan proses (pendekatan, rancangan, dan prosedur) atau menjadi paying utama spesifikasi dan interelasi antara teori dan praktik. Pendekatan itu berupa asumsi, kepercayaan dan teori tentang hakikat bahasa dan belajar bahasa. Rancangan merupakan pengaitan teori-teori yang diyakini (dalam pendekatan) dengan materi dan aktivitas belajar-mengajar. Prosedur adalah teknik dan praktek yang diambil dari pendekatan dan rancangan tertentu.
Metode juga diartikan “cara “. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesi, kata metode diartikan “ cara “yang teratur dan terpikir baik-baik untuk mencapai maksud (dalam ilmu pengetahuan ), cara kerja yang bersystem untuk mempermudah pelaksanaan sesuatu kegiatan guna mencapai tujuan yang tentukan”.
Menurut Anthony yang dikutip oleh Huda (dalam Dardjowidjojo, 1988 :296) unsur metode terdiri dari pendekatan (approach), metode (method), dan teknik (technique). Pendekatan berisikan seperangkat asumsi yang mendasari netode, sedang metode menerjemahkan asumsi-asumsi itu kedalam kegiatan pengajaran meliputi antara lain penentuan tujuan, bahan, teknik, dan prosedur mengajar dikelas.
Menurut Mackey (1965 :138) metode akan menentukan keberhasilan dan kegagalan pengajaran bahasa. dalam buku Language Teaching Analysis.
1)      Metode Dan Teori Bahasa
Konsep metode itu dikaitkan dengan pengajaran bahas, maka ada baiknya dibahas pula kaitan antara konsep metode dengan teori bahasa. Telah diketahui bahwa pengetahuan tentang teori bahasa dapat diperoleh melalui disiplin ilmu yang disebut dengan linguistik. Di dalam disiplin linguistik kita akan memperoleh pengetahuan tentang:
Sejarah perkembangan bahasa dan bahasa tertentu
a)      Tataran linguistic
b)      Aliran linguistic
c)      Teori-teori
d)     Hubungan linguistik dengan disiplin ilmu yang lain yang menghasilkan neurolinguistik,psikolinguistik,dan sosiolinguistik terapan,
e)      Penerapan linguistik yang menghasilkan perian bahasa tertentu atau teori bahasa yang baru
Untuk memproleh perian bahasa atau deskripsi bahasa tertentu itu, kita memerlukan metode. Namun, metode yang dibahas disini, bukan metode seperti itu melainkan metode Yang ada
Metode yangh dipilih untuk melaksanakan proses belajar mengajar bahan tertentu memerlukan landasan teori kebahasaan tertentu.Dengan kata lain, teori kebahasaan mempengaruhi pemilihan metode, tetapi sebaliknya metode yang kita pilih mempengaruhi teori yang digunakan.
Mackey (1965:139) mengatakan bahwa metode didasarkan pada teori kebahasaan tertentu. Misalnya, seorang guru mengajarkan prefiks me- ini berarti, guru tersebut harus menguasai betul morfologi (teori bahasa). Guru akan memilih metode pengajaran bahasa yang tepat misalnya . Disini terlihat bahwa , guru bahasa selain dituntut menguasai teori bahasa, tetapi juga dituntut menguasai penerapan metode pengajaran bahasa.
2)      Metode dan Perian Bahasa
Perian bahasa berisi uraian menyeluruh tentang bahasa tertentu yang biasanya disebut struktur bahasa.Struktur ini dimaksud, yakni tata bunyinya (fonologi), tata bentuknya morphologi), dan tata kalimanya (syntak). Struktur inilah yang akan diberikan kepada peserta didik. Tujuannya, ialah agar  peserta didik segera terampil menggunakan unsur struktur ini dalam pemaikaian bahasa.
3)      Metode Dan Pengajaran
Metode dapat dibagi menjadi dua bagian, yakni metode pengajaran umum, dan metode pengajaran bahasa. Surachman (1959:38-145) menyebutkan 7 metode pengajaran pada umumnya yaitu : ceramah, Tanya jawab, diskusi,pemberian tugas,belajar resitasi, demontrasi dan eksprimen, belajar kelompok, dan sosiodrama bermain peran. Engkoswara (1984:45-62) hanya menyebut 4 metode: ceramah, diskusi, karya wisata, dan metode sosiodrama.
Tapi metode pengajaran bahasa yang akan dibahas di sini mengacu kepada metode yang di kemukakan oleh Mackey (1965:151-155), yakni:
a)      Metode Langsung (Ath-thariqah Al –Mubassyarah)
Menurut Mackey (1965:151-152) ciri utama metode ini ialah :menggunakan struktur dan kosa kata yang biasa digunakan sehari-hari, tata bahasa yang diajarkan dengan memperhatikan situasi,menggunakan banyak butir baru dalam pengajaran yang sama untuk membuat alamiah bunyi bahasa yang pada gilirannya memperkaya penggunaannya dalam percakapan biasa.
Adapun dari segi kekuatan dan kelemahannya.
Kekuatannya yaitu Pelajar terampil menyimak dan berbicara, menguasai pelafalan dengan baik seperti atau mendekati penutur asli. mengetahui banyak kosa kata dalam kalimat.
Kelemahannya yaitu pelajar lemah dalam kemampuan membaca pemahaman karna materi dan latihan ditekankan pada bahasa lisan. memerlukan guru yang idealdari segi ketrampilan berhasadan kelincahan dalam penyajian pelajaran, tidak bisa dilaksanakan dalam kelas besar.
b)      Metode Alamiah
Menurut Mackey (1965:152) metode ini berciri :
Ø  Pengajaran langsung kepada benda atau digunakan gambar.
Ø  Kata-kata baru diajarkan berdasarkan pengetahuan siterdidik mengenai kata lama.
Ø  Kesalahan berbahasa segera diberi diberitahukan.
Ø  Tidak ada terjemahan.
Keunggulan metode ini adalah si terdidik belajar seperti bahasa ibunya, si terdidik dapat langsung menghayati benda,sifat atau proseskarena langsung diperhatikan atau gambar.
c)      Metode Psikologi
Menurut Mackey 91965 : 152) ciri utama metode ini adalah :
Ø  Benda, diagram,gambar digunakan untuk menimbulkan imaji mental terhadap kata yang diajarkan.
Ø  Kosa kata disusun kedalam kelompok-kelompok berdasarkan jenis kalimat idiomatik yang berkaitan dengan bahan yang sssedang diajarkan.
Ø  Tiap kelompok merupakan satu pokokbahasan.
Keunggulan metode ini,adalah si terdidik langsung menghubungkannya dengan aktivitas mental sehingga bahan yang diajarkan sukar dilupakan, si terdidik terhindar dari pengaruh bahasa ibu
d)     Metode Fonetik
Metode ini dikenal juga dengan metode oral. Metode memulai dengan telinga, lalu ke ucapan yang berturut-turutdari bunyi bahasa (fonem), kata, frase, dan kalimat. Langkah berikutnya, yakni menghubungkannya dengan percakapan dan cerita.
Keunggulan metode ini adalah si terdidik terbiasa melafalkan bahasa yang dipelajari secara tepat.
e)      Metode Membaca
Tujuan utmanya yakni si terdidik memiliki ketrampilan pengetahuan membaca. Teks di bagi atas jenis tertentu yang didahului oleh daftar kata yang akan diajarkan melalui wacana, terjemahan atau dengan menggambarkannya. Setelah tahap kosa kata tertentu dicapai, bahan tambahan berupa cerita atau novel mulai diperkenalkan dengan makasud agar siterdidik mampu menguasai kosakata.
Segi kekuatan dan kelemahan
Kekuatan :
Ø  Pelajar terlatih memahami bacaan dengan analisis, tidak melalui penerjemahan.
Ø  Pelajar mengusai kosa katadengan baik.
Ø  Pelajar memahami penggunaaan tatabahasa
Kelemahan
Ø  Pelajar lemah dalam ketrampilan dalam membaca nyaring.
Ø  Pelajar tidak terampil dalam menyimak dan berbicara
Ø  Pel;ajar kurang terampil dalam mengarang bebas
f)       Metode Tata Bahasa
Pada metode ini, kaidah yang menjadi pusat perhatian. Kaidah tata bahasa dipelajari melalui kata-kata. Pengetahuan kaidah lebih daripada pemakaian bahasa. Dalam metode ini tidak ada latihan lafal.
Keunggulan metode ini, yakni dengan pengetahuan kaidah si terdidik dapat meramalkan bentuk yang muncul.
g)      Metode Terjemahan
Pengertian terjemahan dan jenis-jenis terjemahan . Newmark (1985:5) mengatakan bahwa terjemahan adalah proses memadankan konsep kata, frase,dan kalimat yang terdapat pada teks bahasa yang lain. Adapun jenis- jenis terjemahan menurutnya adalah: terjemahan yang menekankan pada bahasa sumber dan terjemahan yang menekankan pada bahasa sasaran.
Menurut Mackey (1965:153) metode ini dapat digunakan dari bahasa sumber ke bahasa sasaran dan sebaliknya. Langkah yang ditempuh, yakni cerita dibagi atas bagian-bagian tertentu, tiap bagian diikuti dengan pertanyaan dan diikuti oleh sejumlah latihan terjemahan dari dari bahasa sumber ke bahasa sasaran, dan demikian sebaliknya. Dasar yang digunakan dalam metode terjemahan ini, yakni penguasaan bahasa yang sedang dipelajari dapat dicapai melalui terjemahan dari bahasa ibu atau sebaliknya. Selain itu, metode ini didasarkan pada persefsi bahasa melalui pemusatan perhatian pada kata yang biassa disebut Lexical Analogi Hypothesis, yakni bahwa bahasa asing sama dengan bahasa ibu, yang berbeda yang berbeda adalah kata-katanya (lihat Atmodarsono 1984:59).
Keunggulan metode ini adalah praktis, tidak banyak mengeluarkan biaya dan tenaga, dan pengetahuan tentang kosa kata segera dicapai. Si terdidik langsung bisa membedakannya dengan bahasa ibunya.
h)      Metode Tata Bahasa Terjemah.
Metode ini adalah kombinasi antra tata bahasa dan terjemahan. Metode ini biasa disebut metode tradisional. Metode ini menekankan pengajaran tata bahasa sasara, dan teknik praktek utamanya adalah terjemahan dari dank dalam bahasa sasaran.
Menurut Mackey (1965:153), ciri-ciri metode ini:
Ø  Tatabahasa yang diajarkan adalah tata bahasa formal.
Ø  Kosa kata yang digunakan tergantung pada teks atau bacaan yang telah dipilih
Ø  Pelajaran dimulai dengan kaidah-kaidah, lalu kosa kata tanpa konteks, dan kemudian terjemahan
Ø  Kosa kata dibagi ke dalam daftar kata untuk di ingat
Keunggulan metode ini adalah si terdidik mendapat bekal kaidah bahasa yang dipelajari dan memahami sejumlah kosa kata. Dengan memahami kaidah bahasa yang diikuti oleh pemahaman terhadap kosa kata, praktek berbahasa dapat lebih mudah dilaksakan.
i)        Metode Elektik (Ath tariqah Al intiqaiyyah)
Metode elektik disebut juga metode campuran, yakni metode campuran dari unsur yang ada dalam metode langsung dan metote tata bahasa-Terjemahan. Metode ini disebut juga metode sktif di Francis.
Keterampilan bahasa disuguhkan dengan urutan, berbicar, menulis, memahami, dan membaca. Aktivitas berbahasa termasuk termasuk didalamnya praktek berbahasa, membaca nyaring, bertanya dan menjawab. Latihan menerjemahkan, pelajaran tata bahasa secara deduktif, dan alat peraga digunajkan pula metode ini.
Metode elektik bisa menjadi metode yang ideal apabila didukung oleh penguasaan guru secara memadai terhadap berbagai macam metode, sehingga dapat mengambil secara tepat segi-segi kekuatandari setiap metode dan menyusaikannya denagan kebutuhan program pengajaran yang ditanganinya, kemudian menerapkannya secara proporsional.
j)        Metode Unit
Metode ini merupakan penerapan system mengajar , menurut Herbart yang terdiri dari lima langkah yakni: persiapan si terdidik, penyuguhan bahan, bimbingan melalui induks, penarikan kesimpulan generalisasi, penerapan.
Keunggulan metode ini adalah siterdidik menemukan sendiri kaidah-kaidah itu dibawah bimbingan guru. Disamping itu si terdidik mendapat latihan yang banyak yang memungkinkan mereka untuk kreatif. Si terdidik tidak akan melupakan bahasa ibunya karena bahan mereka dipersiapkan dalam bahasa ibu meereka.
k)      Metode Kontrol bahasa
Metode kontrol bahasa atau metode pembatasan bahasa dalah metode yang mengadakan pembatasan dan gradasi terhadap kosa kata dan kalimat yang akan diajarkan .
Pembatasan ini dapat didasarkan pada studi tentang frekuwensi kata atau butir-butir yang beerguna. Makna dapat diajarkan melalui pembatasan aktivitas dan gambar, atau melalui peragaan bendanya atau visualisasi. Metode ini dapat disamakan dengan metode langsung, tetapi semua harus dipolakan dan terkontrol/dibatasi.
Keunggullan metode ini, yakni si terdidik tidak akan mempelajari kata dan kalimat yang tidak perlu, sebab hanya kata dan kalimat yang berfrekuwensi tinggi dalam pemakaian sehari-hari yang akan dipelajari.
DAFTAR PUSTAKA

Parera,Jos Daniel.1997.Linguistik Edukasional.Jakarta:Erlangga.
Imron, Ali.1996.Belajar dan Pembelajaran.Jakarta: PT Dunia Pustaka Jaya.
http://mamanitah.blogspot.com/2010/06/Linguistik_terapan_maman_pranata.html.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar